Thursday, 14 September 2017

Laki-Laki Sejati

(Cerpen Putu Wijaya)



Seorang perempuan muda bertanya kepada ibunya.
Ibu, lelaki sejati itu seperti apa?

Ibunya terkejut. Ia memandang takjub pada anak yang di luar pengamatannya sudah menjadi gadis jelita itu. Terpesona, karena waktu tak mau menunggu. Rasanya baru kemarin anak itu masih ngompol di sampingnya sehingga kasur berbau pesing. Tiba-tiba saja kini ia sudah menjadi perempuan yang punya banyak pertanyaan.

Sepasang matanya yang dulu sering belekan itu, sekarang bagai sorot lampu mobil pada malam gelap. Sinarnya begitu tajam. Sekelilingnya jadi ikut memantulkan cahaya. Namun jalan yang ada di depan hidungnya sendiri, yang sedang ia tempuh, nampak masih berkabut. Hidup memang sebuah rahasia besar yang tak hanya dialami dalam cerita di dalam pengalaman orang lain, karena harus ditempuh sendiri.

Kenapa kamu menanyakan itu, anakku?
Sebab aku ingin tahu.
Dan sesudah tahu?
Aku tak tahu.

Wajah gadis itu menjadi merah. Ibunya paham, karena ia pun pernah muda dan ingin menanyakan hal yang sama kepada ibunya, tetapi tidak berani. Waktu itu perasaan tidak pernah dibicarakan, apalagi yang menyangkut cinta. Kalaupun dicoba, jawaban yang muncul sering menyesatkan. Karena orang tua cenderung menyembunyikan rahasia kehidupan dari anak-anaknya yang dianggapnya belum cukup siap untuk mengalami. Kini segalanya sudah berubah. Anak-anak ingin tahu tak hanya yang harus mereka ketahui, tetapi semuanya. Termasuk yang dulu tabu. Mereka senang pada bahaya.
Setelah menarik napas, ibu itu mengusap kepala putrinya dan berbisik.

Jangan malu, anakku. Sebuah rahasia tak akan menguraikan dirinya, kalau kau sendiri tak penasaran untuk membukanya. Sebuah rahasia dimulai dengan rasa ingin tahu, meskipun sebenarnya kamu sudah tahu. Hanya karena kamu tidak pernah mengalami sendiri, pengetahuanmu hanya menjadi potret asing yang kamu baca dari buku. Banyak orang tua menyembunyikannya, karena pengetahuan yang tidak perlu akan membuat hidupmu berat dan mungkin sekali patah lalu berbelok sehingga kamu tidak akan pernah sampai ke tujuan. Tapi ibu tidak seperti itu. Ibu percaya zaman memberikan kamu kemampuan lain untuk menghadapi bahaya-bahaya yang juga sudah berbeda. Jadi ibu akan bercerita. Tetapi apa kamu siap menerima kebenaran walaupun itu tidak menyenangkan?
Maksud Ibu?
Lelaki sejati anakku, mungkin tidak seperti yang kamu bayangkan.
Kenapa tidak?

Sebab di dalam mimpi, kamu sudah dikacaukan oleh bermacam-macam harapan yang meluap dari berbagai kekecewaan terhadap laki-laki yang tak pernah memenuhi harapan perempuan. Di situ yang ada hanya perasaan keki.
Apakah itu salah?

Ibu tidak akan bicara tentang salah atau benar. Ibu hanya ingin kamu memisahkan antara perasaan dan pikiran. Antara harapan dan kenyataan.

Aku selalu memisahkan itu. Harapan adalah sesuatu yang kita inginkan terjadi yang seringkali bertentangan dengan apa yang kemudian ada di depan mata. Harapan menjadi ilusi, ia hanya bayang-bayang dari hati. Itu aku mengerti sekali. Tetapi apa salahnya bayang-bayang? Karena dengan bayang-bayang itulah kita tahu ada sinar matahari yang menyorot, sehingga berkat kegelapan, kita bisa melihat bagian-bagian yang diterangi cahaya, hal-hal yang nyata yang harus kita terima, meskipun itu bertentangan dengan harapan.
Ibunya tersenyum.
Jadi kamu masih ingat semua yang ibu katakan?
Kenapa tidak?
Berarti kamu sudah siap untuk melihat kenyataan?
Aku siap. Aku tak sabar lagi untuk mendengar. Tunjukkan padaku bagaimana laki-laki sejati itu.

Ibu memejamkan matanya. Ia seakan-akan mengumpulkan seluruh unsur yang berserakan di mana-mana, untuk membangun sebuah sosok yang jelas dan nyata.

Laki-laki yang sejati, anakku katanya kemudian, adalah… tetapi ia tak melanjutkan.
Adalah?
Adalah seorang laki-laki yang sejati.
Ah, Ibu jangan ngeledek begitu, aku serius, aku tak sabar.

Bagus, Ibu hanya berusaha agar kamu benar-benar mendengar setiap kata yang akan ibu sampaikan. Jadi perhatikan dengan sungguh-sungguh dan jangan memotong, karena laki-laki sejati tak bisa diucapkan hanya dengan satu kalimat. Laki-laki sejati anakku, lanjut ibu sambil memandang ke depan, seakan-akan ia melihat laki-laki sejati itu sedang melangkah di udara menghampiri penjelmaannya dalam kata-kata.
Laki-laki sejati adalah…
Laki-laki yang perkasa?!

Salah! Kan barusan Ibu bilang, jangan menyela! Laki-laki disebut laki-laki sejati, bukan hanya karena dia perkasa! Tembok beton juga perkasa, tetapi bukan laki-laki sejati hanya karena dia tidak tembus oleh peluru tidak goyah oleh gempa tidak tembus oleh garukan tsunami, tetapi dia harus lentur dan berjiwa. Tumbuh, berkembang bahkan berubah, seperti juga kamu.
O ya?

Bukan karena ampuh, bukan juga karena tampan laki-laki menjadi sejati. Seorang lelaki tidak menjadi laki-laki sejati hanya karena tubuhnya tahan banting, karena bentuknya indah dan proporsinya ideal. Seorang laki-laki tidak dengan sendirinya menjadi laki-laki sejati karena dia hebat, unggul, selalu menjadi pemenang, berani dan rela berkorban. Seorang laki-laki belum menjadi laki-laki sejati hanya karena dia kaya-raya, baik, bijaksana, pintar bicara, beriman, menarik, rajin sembahyang, ramah, tidak sombong, tidak suka memfitnah, rendah hati, penuh pengertian, berwibawa, jago bercinta, pintar mengalah, penuh dengan toleransi, selalu menghargai orang lain, punya kedudukan, tinggi pangkat atau punya karisma serta banyak akal. Seorang laki-laki tidak menjadi laki-laki sejati hanya karena dia berjasa, berguna, bermanfaat, jujur, lihai, pintar atau jenius. Seorang laki-laki meskipun dia seorang idola yang kamu kagumi, seorang pemimpin, seorang pahlawan, seorang perintis, pemberontak dan pembaru, bahkan seorang yang arif-bijaksana, tidak membuat dia otomatis menjadi laki-laki sejati!
Kalau begitu apa dong?

Seorang laki-laki sejati adalah seorang yang melihat yang pantas dilihat, mendengar yang pantas didengar, merasa yang pantas dirasa, berpikir yang pantas dipikir, membaca yang pantas dibaca, dan berbuat yang pantas dibuat, karena itu dia berpikir yang pantas dipikir, berkelakuan yang pantas dilakukan dan hidup yang sepantasnya dijadikan kehidupan.
Perempuan muda itu tercengang.
Hanya itu?
Seorang laki-laki sejati adalah seorang laki-laki yang satu kata dengan perbuatan!
Orang yang konsekuen?
Lebih dari itu!
Seorang yang bisa dipercaya?
Semuanya!
Perempuan muda itu terpesona.

Apa yang lebih dari yang satu kata dan perbuatan? Tulus dan semuanya? Ahhhhh! Perempuan muda itu memejamkan matanya, seakan-akan mencoba membayangkan seluruh sifat itu mengkristal menjadi sosok manusia dan kemudian memeluknya. Ia menikmati lamunannya sampai tak sanggup melanjutkan lagi ngomong. Dari mulutnya terdengar erangan kecil, kagum, memuja dan rindu. Ia mengalami orgasme batin.

Ahhhhhhh, gumannya terus seperti mendapat tusukan nikmat. Aku jatuh cinta kepadanya dalam penggambaran yang pertama. Aku ingin berjumpa dengan laki-laki seperti itu. Katakan di mana aku bisa menjumpai laki-laki sejati seperti itu, Ibu?

Ibu tidak menjawab. Dia hanya memandang anak gadisnya seperti kasihan. Perempuan muda itu jadi bertambah penasaran.
Di mana aku bisa berkenalan dengan dia?
Untuk apa?

Karena aku akan berkata terus-terang, bahwa aku mencintainya. Aku tidak akan malu-malu untuk menyatakan, aku ingin dia menjadi pacarku, mempelaiku, menjadi bapak dari anak-anakku, cucu-cucu Ibu. Biar dia menjadi teman hidupku, menjadi tongkatku kalau nanti aku sudah tua. Menjadi orang yang akan memijit kakiku kalau semutan, menjadi orang yang membesarkan hatiku kalau sedang remuk dan ciut. Membangunkan aku pagi-pagi kalau aku malas dan tak mampu lagi bergerak. Aku akan meminangnya untuk menjadi suamiku, ya aku tak akan ragu-ragu untuk merayunya menjadi menantu Ibu, penerus generasi kita, kenapa tidak, aku akan merebutnya, aku akan berjuang untuk memilikinya.
Dada perempuan muda itu turun naik.

Apa salahnya sekarang wanita memilih laki-laki untuk jadi suami, setelah selama berabad-abad kami perempuan hanya menjadi orang yang menunggu giliran dipilih?
Perempuan muda itu membuka matanya. Bola mata itu berkilat-kilat. Ia memegang tangan ibunya.
Katakan cepat Ibu, di mana aku bisa menjumpai laki-laki itu?
Bunda menarik nafas panjang. Gadis itu terkejut.
Kenapa Ibu menghela nafas sepanjang itu?
Karena kamu menanyakan sesuatu yang sudah tidak mungkin, sayang.
Apa? Tidak mungkin?
Ya.
Kenapa?
Karena laki-laki sejati seperti itu sudah tidak ada lagi di atas dunia.
Oh, perempuan muda itu terkejut.
Sudah tidak ada lagi?
Sudah habis.
Ya Tuhan, habis? Kenapa?
Laki-laki sejati seperti itu semuanya sudah amblas, sejak ayahmu meninggal dunia.
Perempuan muda itu menutup mulutnya yang terpekik karena kecewa.
Sudah amblas?

Ya. Sekarang yang ada hanya laki-laki yang tak bisa lagi dipegang mulutnya. Semuanya hanya pembual. Aktor-aktor kelas tiga. Cap tempe semua. Banyak laki-laki yang kuat, pintar, kaya, punya kekuasaan dan bisa berbuat apa saja, tapi semuanya tidak bisa dipercaya. Tidak ada lagi laki-laki sejati anakku. Mereka tukang kawin, tukang ngibul, semuanya bakul jamu, tidak mau mengurus anak, apalagi mencuci celana dalammu, mereka buas dan jadi macan kalau sudah dapat apa yang diinginkan. Kalau kamu sudah tua dan tidak rajin lagi meladeni, mereka tidak segan-segan menyiksa menggebuki kaum perempuan yang pernah menjadi ibunya. Tidak ada lagi laki-laki sejati lagi, anakku. Jadi kalau kamu masih merindukan laki-laki sejati, kamu akan menjadi perawan tua. Lebih baik hentikan mimpi yang tak berguna itu.
Gadis itu termenung. Mukanya nampak sangat murung.
Jadi tak ada harapan lagi, gumamnya dengan suara tercekik putus asa. Tak ada harapan lagi. Kalau begitu aku patah hati.
Patah hati?
Ya. Aku putus asa.
Kenapa mesti putus asa?
Karena apa gunanya lagi aku hidup, kalau tidak ada laki-laki sejati?
Ibunya kembali mengusap kepala anak perempuan itu, lalu tersenyum.

Kamu terlalu muda, terlalu banyak membaca buku dan duduk di belakang meja. Tutup buku itu sekarang dan berdiri dari kursi yang sudah memenjarakan kamu itu. Keluar, hirup udara segar, pandang lagit biru dan daun-daun hijau. Ada bunga bakung putih sedang mekar beramai-ramai di pagar, dunia tidak seburuk seperti yang kamu bayangkan di dalam kamarmu. Hidup tidak sekotor yang diceritakan oleh buku-buku dalam perpustakaanmu meskipun memang tidak seindah mimpi-mimpimu. Keluarlah anakku, cari seseorang di sana, lalu tegur dan bicara! Jangan ngumpet di sini!
Aku tidak ngumpet!
Jangan lari!
Siapa yang lari?
Mengurung diri itu lari atau ngumpet. Ayo keluar!
Keluar ke mana?
Ke jalan! Ibu menunjuk ke arah pintu yang terbuka. Bergaul dengan masyarakat banyak.
Gadis itu termangu.
Untuk apa? Dalam rumah kan lebih nyaman?
Kalau begitu kamu mau jadi kodok kuper!
Tapi aku kan banyak membaca? Aku hapal di luar kepala sajak-sajak Kahlil Gibran!

Tidak cukup! Kamu harus pasang omong dengan mereka, berdialog akan membuat hatimu terbuka, matamu melihat lebih banyak dan mengerti pada kelebihan-kelebihan orang lain.
Perempuan muda itu menggeleng.
Tidak ada gunanya, karena mereka bukan laki-laki sejati.
Makanya keluar. Keluar sekarang juga!
Keluar?
Ya.

Perempuan muda itu tercengang, suara ibunya menjadi keras dan memerintah. Ia terpaksa meletakkan buku, membuka earphone yang sejak tadi menyemprotkan musik R & B ke dalam kedua telinganya, lalu keluar kamar.

Matahari sore terhalang oleh awan tipis yang berasal dari polusi udara. Tetapi itu justru menolong matahari tropis yang garang itu untuk menjadi bola api yang indah. Dalam bulatan yang hampir sempurna, merahnya menyala namun lembut menggelincir ke kaki langit. Silhuet seekor burung elang nampak jauh tinggi melayang-layang mengincer sasaran. Wajah perempuan muda itu tetap kosong.
Aku tidak memerlukan matahari, aku memerlukan seorang laki-laki sejati, bisiknya.
Makanya keluar dari rumah dan lihat ke jalanan!
Untuk apa?

Banyak laki-laki di jalanan. Tangkap salah satu. Ambil yang mana saja, sembarangan dengan mata terpejam juga tidak apa-apa. Tak peduli siapa namanya, bagaimana tampangnya, apa pendidikannya, bagaimana otaknya dan tak peduli seperti apa perasaannya. Gaet sembarang laki-laki yang mana saja yang tergapai oleh tanganmu dan jadikan ia teman hidupmu!

Perempuan muda itu tecengang. Hampir saja ia mau memprotes. Tapi ibunya keburu memotong. Asal, lanjut ibunya dengan suara lirih namun tegas, asal, ini yang terpenting anakku, asal dia benar-benar mencintaimu dan kamu sendiri juga sungguh-sungguh mencintainya. Karena cinta, anakku, karena cinta dapat mengubah segala-galanya.
Perempuan muda itu tercengang.

Dan lebih dari itu, lanjut ibu sebelum anaknya sempat membantah, lebih dari itu anakku, katanya dengan suara yang lebih lembut lagi namun semakin tegas, karena seorang perempuan, anakku, siapa pun dia, dari mana pun dia, bagaimana pun dia, setiap perempuan, setiap perempuan anakku, dapat membuat seorang lelaki, siapa pun dia, bagaimana pun dia, apa pun pekerjaannya bahkan bagaimana pun kalibernya, seorang perempuan dapat membuat setiap lelaki menjadi seorang laki-laki yang sejati! ***

Denpasar, akhir 2004 
Share:

Badai Bunga

Cerpen : (Triyanto Triwikromo)



SUNGGUH kau harus berterima kasih pada lima perempuan Meksiko yang memaksamu membeli buket bunga mawar saat bersama Michael kau belajar mencicipi escargot di Le Claufotis Restaurant. Jika saja di keriuhan Sunset Boulevard kau tak mendesiskan kata-kata cinta di telinga malaikat tanpa sayap itu sambil memberikan bunga-bunga harum yang kaubeli dengan harga murah, bukan tidak mungkin kekasih Hollywood-mu itu memburu pria lain di The Abby Est 191. Di klub gay yang tak pernah pindah dari North Robertson 692 itu, bisa saja ia menggaet pria sembarangan dan pada puncak malam menyeret sang kuda tunggangan ke rumah mewahnya di Bell Air. Dan bukan rahasia lagi siapa pun akan menjadi rising star atau berkesempatan memainkan peran-peran penting jika satu jam saja bercinta di ranjang bersprei motif macan kesukaan Michael.

"Ya, tetapi aku benci pada perempuan-perempuan Meksiko yang selalu muncul dengan mantera dan bunga-bunga merah darah saat Michael dengan kasar dan penuh berahi meremas jari-jemari tanganku yang lentik," katamu sambil berkali-kali mereguk anggur merah di sudut teremang bar yang setiap malam tak pernah sepi itu.

Hmmm masih beruntung kau hanya merasakan harum bunga, teror mantera, doa mekanis, atau desis lagu-lagu penuh sihir dari mereka. Kalau saja pernah menjadi penduduk Macondo , setiap saat kau akan didera puting beliung berbadai daun, melihat mayat-mayat dari kota penuh lumpur bergelimpangan di depan gereja, menatap salib-salib kayu rapuh bertumbangan dari katedral, menyaksikan nisan-nisan kotor beterbangan dan menyangkut di atap rumah, dan tak bisa menghindar dari luapan sungai penuh tinja setiap Rabu.

"O, mengertilah kau, Julieta, di Sunset Boulevard saat para perempuan itu datang, mendadak seakan-akan muncul badai bunga,...segala bunga..., mendera siapa pun yang sedang menikmati makan malam di restoran," kau melenguh menirukan desis Monica Bellucci di Paris saat disodomi pria gila di subway.

Badai bunga? Bukankah surga semacam itu yang diharapkan siapa pun yang sedang asyik masyuk dalam kegilaan cinta?

"Bukan hanya bunga, Julieta, bukan hanya bunga. Tepat pada saat Michael berusaha mendekapku, dengan mantera purba selalu para perempuan itu mengubah segala yang bisa kupandang menjadi onggokan sampah busuk penuh tubuh perempuan yang dimutilasi. Kau pun tahu, pada saat seperti itu siapa pun akan mual dan bisa muntah di piring penuh escargot. Dan sebagai asisten Michael, kau juga tahu, bajingan indah itu paling tidak suka melihatku hoek-hoek di sembarang tempat," kau mencericit seperti tikus dan berusaha memesan lagi seteguk dua teguk anggur.

Meskipun begitu, tetap saja kau harus berterima kasih kepada para penjaja bunga yang dengan begitu telaten menjadikan Sunset Boulevard sebagai surga. Jika tidak, jika Michael saat kencan denganmu hanya menatap orang-orang negro berkelahi dengan para petarung Meksiko, ia bisa saja tidak menawarimu menjadi penata rias utama dalam film terbaru.

"Ya, Julieta, ya... Michael memang memberi kesempatan padaku. Tapi tetap saja aku muak dengan para penjaja bunga yang mengingatkan aku pada nenek-nenek tua yang berebutan menawarkan bunga-bunga mawar saat aku nyekar ibuku di pemakaman kampung selatan hutan Blora, di pinggir Bengawan Solo. Dan ini sangat menggangu mood bercintaku dengan Michael. O, Julieta, sayangku, bisakah kau mengusir mereka saat Michael mengajakku makan malam di tempat sialan itu?"

Tentu akan aku usir, Carter. Tentu akan aku hajar perempuan-perempuan itu. Tapi tidakkah lebih baik kita bunuh Michael dulu. Bukankah aku tidak mungkin mengupetikan kekasih pujaan hanya agar bajingan tengik itu memberikan peran utama perempuan kepadaku.

"Nah, kalau begitu, apa gunanya aku berterima kasih kepada para penjaja bunga?" kau mulai menemukan cara terbaik untuk mendebatku.

Tetap harus berterima kasih, Carter. Karena sihir merekalah, Michael jadi tergila-gila padamu. Karena badai bunga merekalah, Michael tak memburu laki-laki lain di klub-klub gay yang kini kian bejibun di L.A. Karena merekalah kau jadi bisa bertahan hidup tanpa harus jadi tikus got di East Downtown atau labirin busuk lain.

"Tapi kenapa kita harus membunuhnya? Bukankah aku bisa hanya berpura-pura mencintainya? Bukankah di apartemenmu aku tetap bisa mendekapmu sambil mendengarkan desah Sarah Brightman atau Enya?"

Hmm. Selalu saja kau berpikir dan bertindak praktis, Carter. Selalu saja kau tidak ingin memperumit cinta.


Tikus Harum

Kali pertama aku melihatmu merias Asia Carrera dalam film busuk Michael, aku kian yakin kau akan menjadi tikus terharum yang bakal memesona siapa pun. Tak seperti perias lain, jari lentikmu bisa mengubah paras para bintang yang mulai pudar menjadi wajah-wajah indah yang seakan-akan baru saja diturunkan dari surga. Memang di dunia ini tak pernah ada tikus wangi, Carter. Tetapi kau bisa mengubah sesuatu yang tak mungkin menjadi kenyataan. Kau bisa menjadi tikus sekaligus menebarkan parfum harum memabukkan.

"Kalau penata riasnya tetap aku, aku jamin Michael akan tetap memajang Carrera hingga lima tahun ke depan," katamu kepadaku sambil meremas tanganku di kamar rias di ujung studio.

"Aku dan Michael tak terlalu memusingkan Carrera. Setiap hari bisa lahir bintang di jalanan Hollywood. Publik membutuhkan film yang lebih yahud. Kini kami sedang mencari pria seksi yang bisa bercinta dengan siapa pun. Bisa bercumbu dengan laki-laki berotak katak. Bisa bersikap romantis terhadap perempuan ganas. Bisa memeluk pria manis bergaun dengan kemesraan tiada tara. Adegan semacam ini tak akan bisa dilakukan oleh TT Boy ," kataku membalas remasanmu.

"Aha! Bukankah aku akan bisa memainkan peran-peran semacam itu. Ayolah, Julieta, katakan kepada Michael, aku akan melakukan apa pun untuk film yang diinginkannya," katamu melenggak-lenggok kenes menirukan gaya Marilyn Monroe berjalan di trotoar sepi.

Saat itu aku tak menjawab pertanyaanmu. Aku tahu belum pernah ada penata rias artis tiba-tiba menjadi bintang utama sebuah film. Tetapi jika saja bisa mencuri pandang parasku di cermin, kau akan tahu betapa aku tak bisa menyembunyikan rasa girang yang tak tertahankan. Ya, ya, saat itu kau lebih peduli pada bibirku yang kaugigit dengan mata terpejam ketimbang memperbincangkan tentang surga para bintang atau film-film terbaru Michael yang didominasi oleh adegan para gay di toilet jorok penuh tong bergrafiti dan sampah yang mulai membusuk.

"Julietaku, Sayang, tidakkah kaurasakan kadang-kadang aku bisa menjadi Rambo bagimu? Tidakkah kaulihat aku juga bisa menjadi Madonna yang ingin bercinta semalam suntuk dengan perempuan ganas sepertimu? O, tidakkah kau telah membuktikan aku juga kerap menjelma she-male yang menerbangkanmu ke surga kencana sepanjang waktu," kau terus membisikkan tawaran yang tak bisa ditolak kepadaku.

Ah, tetap saja aku tak merespons segala yang kaudesiskan. Yang menarik saat itu, Carter, hanyalah mencakar punggungmu dan membayangkan diriku sebagai perempuan macan dari hutan terlarang. Jika saja kau tahu, saat itu juga aku tak percaya kau akan bisa bercumbu dengan Michael. Apalagi bercinta dengan para lady-boy di apartemen-apartemen yang tak pernah terjamah sinar matahari.

Karena itu, aku hanya mendengus, "Carterku, Sayang, semua boleh kaulakukan dalam film. Tapi tak boleh kau tidur di sembarang ranjang jika tidak bersamaku. Juga tak di ranjang Michael. Juga tak di ranjang pejantan Hollywood paling kaya sekalipun."

Saat itu ganti kau yang tak merespons kata-kataku. Kau lebih senang mencium keningku dan segera menyeretku agar segera pulang saja ke apartemen. Di apartemen sambil menenggak red wine kau bercerita padaku tentang para perempuan di dusunmu yang begitu bangga menjadi penari tayub dan petani-petani lugu yang kesurupan setelah menabuh kendang.

"Kadang-kadang aku ingin jadi tayub yang menari menggoda setiap laki-laki buaya. Kadang-kadang aku ingin menjadi penabuh kendang yang senantiasa berceloteh cabul di antara egolan tayub dan teriakan-teriakan jorok para laki-laki jagoan," katamu mengenang dusunmu, mengenang hari-hari indah terakhirmu sebelum seorang pria L.A. yang kaukenal di Surabaya memboyong dan mencumbuimu di lorong-lorong East Downtown sepanjang waktu.

Ya, pada akhirnya, kau memang bisa meyakinkan Michael. Pada akhirnya kau tidak hanya menjadi perias dalam film-film kami, tetapi juga menjadi bintang utama yang berkesempatan tidur di ranjang panas Michael. Kau sangat beruntung, karena akan bisa mewarisi kekayaan malaikat busuk itu dan bisa menjadi produser baru dalam industri film erotis yang senantiasa dianggap sebagai tontonan kotor itu.

Karena itu, Carter, kau --tikus kecil yang kutemukan di sebuah lorong dan kuajari jadi perias piawai itu-- memang sudah diciptakan untuk menjadi binatang terharum.

Kau tahu, pada usia 11 tahun, aku kerap menatap tikus-tikus yang setiap malam nongol di got-got. Tikus-tikus itu begitu berani menyusup ke kaki-kaki para bandit yang tengah berpesta kokain sambil sesekali menggigit jempol para perempuan negro yang telah teler. Saat itu aku menduga tikus-tikus itu memang telah lama menjadi nenek moyang para negro, sehingga siapa pun takut membunuh atau sekadar mengusir dengan teriakan atau sekadar desisan.

Menurutku --tentu pada saat usiaku masih tipis-tikus bisa menjadi omnivora, pemakan segala, karena tumbuh-tumbuhan dan binatang-binatang lain merelakan diri menjadi santapan hewan-hewan pengerat itu.

Jadi jika sekarang siapa pun ingin menjadi binatang atau tumbuhan santapanmu, itu karena mereka tahu ada roh tikus purba yang diembuskan ke dalam tubuhmu. Jika kau saat ini juga menjadi pelahap segala, itu karena takdirmu memang harus menyusuri jalan hidup para tikus.

Dan tikus yang baik, Carter, tak boleh hidup berlama-lama dengan kucing seganas Michael. Jadi, segera bunuh pria itu, dan hanya hiduplah bersamaku.

"Akan kaubayar dengan apa kalau aku bisa membunuh pria yang pernah menjadi kekasihmu itu?"

"Akan aku bayar dengan apa pun yang kauminta sepanjang hidupmu."
Ah, seharusnya aku tak perlu berkata begitu. Aku tahu dalam hidupmu yang penuh warna, kau tak membutuhkan cinta atau apa pun yang tidak berarti ketimbang duit atau apa pun yang kauanggap sebagai duit. "Kalau saja duit bisa dianggap sebagai tuhan, aku akan menyembahnya sepanjang waktu sepanjang hayat. Siapa pun boleh berkencan denganku. Aku ini pecumbu segala ," desismu kali pertama kau kubayar pada kencan pertamaku denganmu di gay bar.

Pada mulanya aku memang jijik mendengar omongan jorokmu. Tapi kini kutahu kau memang tikus harum yang demi kejujuran tak bisa dibandingkan dengan pejantan lain di mana pun. Karena itu, tak seorang pun boleh memilikimu, Carter. Juga Michael atau pria-pria atau malaikat berduit dari zaman Luth sekalipun.

"Baiklah...cepat atau lambat...aku akan membunuh pria bloon itu!" katamu sambil tak henti-henti menyemperotkan air hangat yang mengucur dari gagang shower warna jingga itu ke sekujur tubuhku.

Setelah itu, aku tahu, Carter, kau akan menjelma tikus air yang tak henti-henti mendengus-dengus dan menjilat-jilat apa pun yang kauanggap sebagai dendeng atau ikan asin di piring kesayangan.
Setelah itu, aku tahu, aku akan habis kautelan. Aku akan...


Sihir Mawar

Jika kau benar-benar raja para tikus, Carter, hewan pengerat dari manakah engkau? "Aku hanya binatang tak berguna dari hutan Blora. Semula aku hanyalah Seto, pria kecil, yang dicumbu polisi di dekat kuburan. Setelah itu aku diculik perempuan gendut dan disimpan di losmen murah di Surabaya," selalu kau mendesis semacam itu kalau kuajak menenggak martini atau sekadar kahlua cream di klub-klub penari telanjang.

Jika kau tak punya nenek moyang di kota ini, dari got manakah engkau nongol, Carter? "Mungkin aku lahir dari Mama Oni, she-male tercantik Surabaya yang pernah mengajariku mejeng di Jalan Irian Barat dan mengajakku orgy dengan para brondong di salon. Dari Mama Oni, aku tahu, perempuan gendut itu menjualku dengan harga mahal. Karena tak ingin rugi, Mama Oni mendandani dan menyulapku menjadi Catty dan memintaku mengeruk duit dari para pejantan yang kelayapan malam-malam."

Setelah itu? "Setelah itu, kau tahu, Mama Oni pun menjualku pada laki-laki Downtown. Sejak itu, sejak pria tambum yang seharusnya lebih cocok jadi ayahku itu mengubah namaku menjadi Carter, aku --yang mulai bisa menggunakan Bahasa Inggris acak-acakan-- tinggal di negerimu. Negeri yang kian meyakinkanku betapa tak ada yang lebih berarti kecuali uang."

"Karena uang jugakah kau mau kusuruh untuk membunuh Michael?"
"Ya. Apa pun kulakukan demi uang. Apakah ada yang salah dari jawabanku ini, o, Julietaku, Sayang?"

Siapa pun, juga aku, tak akan menjawab pertanyaan seperti itu pada saat mabuk bukan? Siapa pun tak akan peduli apa pun pada saat tubuhnya dibelit oleh tangan-tangan nakal para penari itu bukan?

Aku yang kadang-kadang juga kepingin bercumbu dengan salah satu penari itu memang tak terlalu peduli pada gigitan Carter di telingaku yang kian menebal. Aku juga tak peduli apakah Carter bisa membunuh Michael atau sekadar membuat raja film erotis itu setengah pingsan.

Dan di luar dugaan aku tiba-tiba berharap agar ada seribu perempuan penjaja bunga yang menawarkan mawar kepadaku. Aku ingin memberikan bunga-bunga itu kepada setiap penari yang sepanjang hidup kegemulaian tubuhnya hanya dihargai oleh para lelaki jalang dengan paling banyak seratus dolar.

Kau tahu, Carter, pada saat seperti itu, aku justru mengharapkan badai bunga muncul lebih dahsyat di Sunset Boulevard. Aku berharap seluruh jalan terkubur oleh segala bunga dan siapa pun bisa bercinta dalam keharuman mawar.


Racun Pisau

SEMULA aku sendirilah yang akan membunuh Michael. Terus terang, sejak tahu dia tak hanya bercinta denganku dan lebih kerap mengajak brondong ke Bell Air, aku selalu mendapat bisikan dari para leluhurku di Meksiko agar pria semacam itu dilenyapkan dari bumi saja. Kata mereka jika dibiarkan hidup Michael akan mengganggu keindahan cinta dan meledek keagungan gereja. Umat Nabi Luth, warga Sodom dan Gomora, saja dihukum! Apalagi hanya pria celeng seperti dia!

Ah, aku abaikan perintah-perintah malaikat atau para leluhur. Aku membunuh karena memang ingin membunuh. Aku ingin membunuh karena Michael mengabaikan cintaku dan dengan terang-terangan mengulum ganas bibir para aktor baru di ruang rias sesaat sebelum para pejantan seksi itu saling cium di sembarang ranjang di sembarang ruang.

Tetapi Michael begitu licin. Mungkin lantaran tahu jiwanya terancam, ia memecatku dari peran indahku sebagai kekasih dan asisten sutradara sekaligus co-producer. Ia lalu kian menjauh dariku dan menendang tanpa bisa kulawan. Tapi aku toh masih punya kamu, Carter. Aku toh masih punya pisau yang lebih tajam dari segala pisau yang bisa digunakan untuk membunuh Michael sialan. Aku toh punya racun yang lebih kuat dari segala racun yang bisa memabukkan bajingan serupa setan. Pisau itu kamu, Carter. Racun itu kamu. Kaulah yang akan dengan mudah membunuh raja babi itu dalam sekali tusuk dalam sekali reguk.
Apakah sekarang kau sudah siap membunuhnya, Carter?


Mantera Malam

AH, ternyata kau pun keok oleh Michael, Carter. Lihatlah, mirip Pangeran Kelelawar yang ganas, Michael telah mereguk darahmu hingga kau tampak tak memiliki kekuatan apa pun untuk sekadar mengulum bibirku sepulang syuting. Kau tak lagi mencumbuku hanya karena setiap melihat mataku kau seperti menatap puluhan penjaja bunga mawar menebarkan mantera kematian. Apakah kau tak punya lagi keinginan untuk membunuh Michael, Carter? Apakah kau tak ingin lagi jadi tikus pujaan?

O, aku kini tahu, Carter: sebagaimana korban vampire lain, kau pun kini telah menyerupai Michael. Kau bahkan tampak lebih ganas dan menggasak apa pun melebihi tikus paling rakus yang setiap saat bisa kaulihat di Downtomn.

Apakah kau benar-benar tak ingin lagi membunuh Michael, Carter?
Kau tak mungkin menjawab, Carter.

Sejak kupaksa menonton karnaval penjaja bunga di Sunset Boulevard semalam, kau pingsan dan mengira hari ajalmu telah datang justru pada saat kau telah menaklukkan Michael dan aku dalam satu pelukan.

Kau tak mungkin menjawab, Carter.
Kau mengira badai mawar telah menguburkan dirimu di makam yang tak kauinginkan. Kau kini benar-benar cuma jadi tikus dalam badai yang tak pernah kauharapkan.

Kini kuputuskan aku tak perlu meminjam tangan untuk membunuh vampire atau kucing setan bekakrakan. ***
Los Angeles-Las Vegas, 2007 
Share:

Sunday, 10 September 2017

7 Wabah Internet Paling Terkenal dan Menakutkan Sepanjang Sejarah

7 Wabah Internet Paling Terkenal dan Menakutkan Sepanjang Sejarah

1. Pornografi Anak di Bawah Umur

childpornarrest
Pelecehan dan eksploitasi anak di bawah umur adalah tindakan yang menjijikkan dan meninggalkan beban emosional untuk mereka yang tak berdosa. Sayangnya internet membuat hal ini menjadi bisnis yang bernilai miliaran.
Permintaan terhadap konten pornografi yang melibatkan anak mewabah begitu pesat. NCMEC mengklaim bahwa 20% dari semua pornografi di internet melibatkan anak-anak. Berbagai macam solusi telah dilakukan, namun hal ini tetap saja mewabah hingga kini.

2. Cyber-bullying dan Ujaran Kebencian

bully dan ujaran kebencian
Cyer-bullying mulai menjadi perhatian media internasional sejak kasus bocah 13 tahunMegan Meier, melakukan tindakan bunuh diri, setelah dilecehkan melalui akun MySpace miliknya.
Tapi hal ini semakin mewabah dengan semakin berkembangnya media sosial di internet yang begitu bebas. Hal ini pun diikuti juga oleh banyaknya ujaran kebencian lewat media sosial, di mana sudah banyak makalah mencatat perkembangannya yang begitu pesat karena sekarang siapa pun dapat mengakses internet dengan bebas. Bahkan, di Indonesia akhirnya menelurkan Undang-Undang ITE untuk menanggulangi masalah ini.

3. Cyber-Black Market

cyber black market
Mungkin kita sudah mengetahui tentang pasar gelap atau black market di dunia nyata. Namun, hal ini juga ada dan jauh lebih banyak dan jahat di internet.
Pada pasar gelap di internet atau yang disebut Cyber-Black Market, tak hanya barang-barang mainstream yang diperjualbelikan. Disini jauh lebih parah, dilansir dari laporan BBC pada tahun 2005, di mana disana secara ilegal menjual berbagai hewan langka, organ manusia dan bahkan jual beli para wanita untuk menjadi PSK.

4. Propaganda

propaganda
Wabah yang satu ini juga kerap melanda Indonesia, seperti kejadian pada salah satu perusahaan roti terbesar di negeri ini yang harus menelan 'pil pahit' setelah adanya propaganda politik yang melibatkan perusahaan tersebut. Tentu hal itu berimbas pada produk mereka yang diboikot di berbagai daerah.
Hal ini sudah ada sejak lama, saat dunia ditakut-takuti oleh isu illuminati dan konspirasi bumi datar. Tentu edukasi sejak dini mengenai internet harus diadakan agar setiap orang bisa menggunakan internet dengan bijak.

5. Penipuan

penipuan
Pernahkah kamu mendapat email berupa permintaan tolong dari seseorang? Itu adalah salah satu bentuk penipuan yang mewabah di internet. Wabah ini begitu pesat dengan berbagai macam modus, mulai dari permintaan bantuan sampai investasi palsu.
Namun, sayangnya banyak penelitian mengatakan, seiring berkembangnya transaksi secara online, membuat wabah ini justru semakin melanda ke mana pun, bahkan dianggap menjadi salah satu industri ilegal yang akan berkembang sangat pesat di kemudian hari.

6. Kecanduan

kecanduan online
Kecanduan untuk selalu online di internet sudah mewabah ke berbagai usia, mulai dari anak-anak sampai orang tua. Rata-rata mereka menghabiskan waktu dengan device mereka untuk bermain game ataupun menggunakan media sosial.
Menurut Center for Internet Addiction Recovery, kelak semakin banyak orang di seluruh dunia terjangkit kecanduan internet, mulai dari game sampai judi yang berbasis online.

7. Virus dan Malware

virus dan malware
Pastinya kita tahu, beberapa waktu yang lalu kasus virus Ransomware yang mewabah di seluruh dunia. Virus dan Malware memang wabah yang cukup serius di dunia maya karena dapat menyebabkan kerusakan pada suatu sistem.
Sudah banyak berbagai macam jenis virus di dunia. Diperkirakan yang paling membuat kerugian adalah Wormbernama MyDoom, yang menyebar pada tahun 2004. Beberapa orang mengklaim bahwa hal itu menyebabkan kerugian sebesar US$35 miliar di seluruh dunia.
Itulah 7 wabah internet paling terkenal dan menakutkan sepanjang sejarah. Jadi, yang mana menurutmu yang paling menakutkan? Tuliskan di kolom komentar di bawah ini ya!
Share:

Kode Warna HTML lengkap

Kode Warna HTML




dibawah sudah tersedia beberapa Kode warna HTML di bawah bisa sobat copy untuk keperluan yang di inginkan.



Kode Hex, Nama Warna: #32CD32 Limegreen

Kode Hex, Nama Warna: #FAF0E6 Linen

Kode Hex, Nama Warna: #FF00FF Magenta

Kode Hex, Nama Warna: #800000 Maroon

Kode Hex, Nama Warna: #66CDAA Mediumaquamarine

Kode Hex, Nama Warna: #0000CD Mediumblue

Kode Hex, Nama Warna: #BA55D3 Mediumorchid

Kode Hex, Nama Warna: #9370DB Mediumpurple

Kode Hex, Nama Warna: #3CB371 Mediumseagreen

Kode Hex, Nama Warna: #7B68EE Mediumslateblue

Kode Hex, Nama Warna: #00FA9A Mediumspringgreen

Kode Hex, Nama Warna: #48D1CC Mediumturquoise

Kode Hex, Nama Warna: #C71585 Mediumvioletred

Kode Hex, Nama Warna: #191970 Midnightblue

Kode Hex, Nama Warna: #F5FFFA Mintcream

Kode Hex, Nama Warna: #FFE4E1 Mistyrose

Kode Hex, Nama Warna: #FFE4E1 Moccasin

Kode Hex, Nama Warna: #FFDEAD Navajowhite

Kode Hex, Nama Warna: #000080 Navy

Kode Hex, Nama Warna: #FDF5E6 Oldlace

Kode Hex, Nama Warna: #808000 Olive

Kode Hex, Nama Warna: #6B8E23 Olivedrab

Kode Hex, Nama Warna: #FFA500 Orange

Kode Hex, Nama Warna: #FF1000 Orangered

Kode Hex, Nama Warna: #DA70D6 Orchid

Kode Hex, Nama Warna: #EEE8AA Palegoldenrod

Kode Hex, Nama Warna: #98FB98 Palgreen

Kode Hex, Nama Warna: #AFEEEE Paleturquoise

Kode Hex, Nama Warna: #DB7093 Palevioletred

Kode Hex, Nama Warna: #FFEFD5 Papayawhip

Kode Hex, Nama Warna: #FFDAB9 Peachpuff

Kode Hex, Nama Warna: #CD853F Peru
Kode Hex, Nama Warna: #FFC0CB Pink
Kode Hex, Nama Warna: #DDA0DD Plum
Kode Hex, Nama Warna: #B0E0E6 Powderblue

Kode Hex, Nama Warna: #800080 Purple

Kode Hex, Nama Warna: #FF0000 Red

Kode Hex, Nama Warna: #BC8F8F Rosybrown

Kode Hex, Nama Warna: #4169E1 Royalblue

Kode Hex, Nama Warna: #8B4513 Saddlebrown

Kode Hex, Nama Warna: #FA8072 Salmon

Kode Hex, Nama Warna: #F4A460 Sandybrown

Kode Hex, Nama Warna: #2E8B57 Seagreen

Kode Hex, Nama Warna: #FFF5EE Seashell

Kode Hex, Nama Warna: #A0522D Sienna

Kode Hex, Nama Warna: #C0C0C0 Silver

Kode Hex, Nama Warna: #87CEEB Skyblue
Kode Hex, Nama Warna: #708090 Slategray
Kode Hex, Nama Warna: #FFFAFA Snow

Kode Hex, Nama Warna: #00FF7F Springgreen

Kode Hex, Nama Warna: #4682B4 Steelblue

Kode Hex, Nama Warna: #D2B48C Tan

Kode Hex, Nama Warna: #008080 Teal

Kode Hex, Nama Warna: #D8BFD8 Thistle

Kode Hex, Nama Warna: #FF6347 Tomato

Kode Hex, Nama Warna: #40E0D0 Turquoise

Kode Hex, Nama Warna: #EE82EE Violet

Kode Hex, Nama Warna: #F5DEB3 Wheat

Kode Hex, Nama Warna: #FFFFFF White

Kode Hex, Nama Warna: #F5F5F5 Whitesmoke

Kode Hex, Nama Warna: #FFFF00 Yellow

Kode Hex, Nama Warna: #9ACD32 Yellowgreen



Semoga bermanfaat yaa sobat :)
Share: